Bergabungnya Lea dengan Kasga Record menandai fase kedewasaan dalam eksplorasi bermusiknya. Di bawah arahan ekosistem kreatif Kasga Record yang dipimpin oleh Syekh Ghazali, Lea berkesempatan mengasah potensinya dan berkolaborasi bersama nama-nama besar di industri musik Aceh, seperti Rafli Kande dan Liza Aulia. Sinerginya bersama Nazar Apache semakin mempertegas posisinya di belantika musik lokal. Momentum ini memuncak melalui perilisan album The Voice of Aceh Ie Bungong, sebuah karya komprehensif yang sukses mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan penikmat seni.
Sebagai label yang menaungi perkembangannya, Kasga Record secara konsisten mendukung karier Lea melalui produksi audio berkualitas tinggi, penggarapan music video yang sinematik, serta tata kelola administrasi hak cipta digital yang terstruktur. Sinergi profesional ini memastikan setiap karya Lea tidak hanya tersaji secara apik dan berkarakter secara visual, tetapi juga terdistribusi dan terlindungi dengan standar industri yang tepat.
Di luar dedikasinya di ruang rekaman dan panggung pertunjukan, Lea Amalia adalah representasi seniman muda yang memiliki etos kerja tinggi. Melalui aktivitasnya di dunia seni, Lea mampu menghidupi dirinya sendiri sembari menempuh pendidikan di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh. Prinsip ini mencerminkan optimisme nyata bahwa dengan manajemen karier yang tepat, seniman Aceh mampu meraih kesejahteraan ekonomi dari karyanya sendiri. Kasga Record berkomitmen penuh untuk terus mendampingi langkah Lea Amalia dalam melahirkan karya-karya monumental di masa depan.
%20copy.jpg)